Tepat pada Waktunya ..

Standard

“Eh yah, bulan depan itu bunga KPR udah naik ya ? udah gak flat lagi ?”

Ayah kaget, “Mosok ? emang kita tanda tangan KPR itu bulan apa ?”

“Juni.”

————————————

Dua hari kemudian,

“Eh yah, aku ternyata naik grade dari januari lho .. Jadi bulan depan itu rapelan. Trus TC-nya naik.”

“Hah, jadi berapa duit ?”

“Bentar ..”

buka-buka aplikasi …

“segini ..”

langsung melongo

————————————-

hehehee…

tepat pada waktunya,

dan .. tepat pada jumlahnya ๐Ÿ˜›

alhamdulillah …

menyenangkan ….

matur nuwun, Gusti

berikutnya, saya minta mobil ya …

Rania’s Petite Diaper Bag from Picobella

Standard

Diaper bag ini sampai ke pelukan saya dengan cara yang unik…

Sebenarnya saya sudah tertarik dengan produk-produk Picobella sejak beberapa bulan yang lalu. Terutama setelah sLesTa secara khusus membuat review-nya. Suka sekali dengan cara mereka membungkus fungsi sebuah diaper bag dengan beragam model dan motif yang cantik. Sehingga mama bisa menggunakan tas tersebut kemana saja, walaupun tidak sedang menggendong bayi.

Kebetulan saya adalah orang yang senang menggunakan diaper bag. Kadang ke kantor pun yang dibawa diaper bag, terutama di hari Jum’at saat harus membawa pakaian olahraga dan perlengkapan mandi. Soalnya saya agak berantakan dalam urusan packing. Harusnya sih pakai bag organiser ya, tapi kok rasanya kurang praktis. Jadi diaper bag dengan banyak pocket adalah sebuah solusi, tinggal menjejalkan barang-barang kedalamnya, selesai sudah !

Makanya saya rajin sekali cuci mata ke Facebook Picobella.

Kebetulan waktu itu tas yang sudah setia menemani saya setiap hari sudah mulai rusak. Jadi ada alesan deh buat beli. Tapi saking bingungnya mau pilih motif yang mana akhirnya tertunda sampai berminggu-minggu. Setelah itu maju-mundur menghitung ketersediaan dana belanja. Diaper bag Picobella yang cantik itu pun urung menjadi milik saya.

Sampai akhirnya takdir berkata lain. Ternyata saya tidak perlu membeli tas tersebut karena seorang teman berbaik hati memberikan Rania’s Petite Diaper Bag dari Picobella ini. Wow, kebetulan sekalii. Makasih ya Teh .. suka sekali dengan kadonya. Kapan-kapan lagi ya ๐Ÿ˜‰

Rania’s Petite Diaper Bag ini cocok digunakan saat pergi dalam waktu yang tidak lama sehingga Urban Mama tidak perlu membawa banyak barang. Dilengkapi dengan changing mad yang lembut dan bisa dilipat hingga seukuran dompet. Tidak terdapat insulated pocket. Bahannya mudah dicuci dengan tangan bila kotor. Yang paling saya sukai, kantong-kantong didalamnya lebar namun elastik. Dijejali apapun muat. Saya kemarin memasukkan jaket si Ayah kedalamnya dengan mudah.

Tas ini tidak terlalu besar, sesuai namanya. Namun justru pas karena saya memang kurang cocok mengenakan tas besar. Kebanting, kalau kata Ayah-nya Asa :D. Lagipula list barang bawaan Asa sudah tidak sepanjang waktu bayi dulu. Biasanya kalau jalan-jalan saya hanya wajib membawa baju ganti, saputangan, topi kupluk, dispo, serta gelas minum dan UHT-nya. Siap deh pergi berjam-jam.

Beli Aja ..

Standard

Si Ayah cuma punya 3 sendal. Sendal jepit, sendal jepit bertali yang dibeli 5 tahun lalu dan sudah menemaninya mendaki banyak gunung, serta sendal kondangan yang dibeli atas paksaanย  saya dua tahun lalu.

Dan selama ini tampaknya dia cukup bahagia dengan 3 sendalnya itu. Sampai hari Sabtu, Ayah tiba-tiba ngomong,

“Mah, kayanya aku perlu sendal gunung baru .. “

Satu tahun lalu mungkin saya akan menyuruhnya untuk menunggu sampai bulan depan. Tapi kali ini saya bilang, “Beli aja … ”

๐Ÿ™‚

Karena kebutuhan pokok yang ditunda bisa menyebabkan ‘ledakan’ . Dan biaya membeli sepasang sendal perbulan lebih mudah ditanggung daripada kekalapan memborong beberapa alas kaki dan kemeja sekaligus. Dan tidak mudah bagi seseorang, untuk bisa bekerja tanpa kemudahan menikmati hasil kerjanya. Tentunya dalam taraf yang wajar ..

Ayah, kapan kita ke toko sport ? ๐Ÿ˜‰

Cerdas

Standard
CERDAS#1
sodik.adi.e:
arsidta – Dian Pushaka: bawa carjer tanpa HP=cerdas

sodik.adi.e: Dunia sudah berputar. Tugas kita tinggal menjilat dan mencelupkannya..

sodik.adi.e:

haha2

Dian:

ketawa aje
><
emang cerdas
itu belum buntutnya
bawa CD driver+kabel data
lengkap dah bawanya

Sent at 3:23 PM on Thursday

sodik.adi.e:

hahaha
kok bisa
ckckckckc
ndak papa
itu artinya kamu bawa pembuka kaleng tapi gak bawa makanan
hahahah

Dian:

ternyata penting buat otak tetap di kepala
gak lagi2 deh mindahin otak ke dengkul

Sent at 3:25 PM on Thursday

Ulang Tahun Bung Karno

Standard

Dalam rangka ulang tahun alm. Bung Karno, kemarin pas Asa bobo pagi saya dan ayah langsung cabut ke mal belakang rumah untuk makan di Pizza Hut !

Spesial, soalnya orang udik ini belum pernah makan disana ๐Ÿ™‚ . Sekalinya diajakin temen-temen, eh berhalangan karena satu dan lain hal. Trus Ayah bilang, lain kali aja pergi sendiri berdua. Eh ternyata lain kali itu = 2 tahun. Jadinya kemarin seneng banget .. ๐Ÿ˜›

Pesen Fettucini lada hitam, Spaghetti Oriental Chicken apaa gitu, trus dapet gratisan garlic bread. Minum sesuatu yg warna biru sama teh yg dicampur sirup strawberry dan soda ๐Ÿ™‚

Met ulang tahun ya, Bung Karno ๐Ÿ™‚

Met ulang tahun juga buat Ayah yg kebetulan hari lahirnya barengan sama Bung Karno ..

Menikah ?

Standard

Kemarin, seseorang berpesan di forum kantor agar para mas dan mbak yang masih lajangย  mengejar mimpinya sebelum memutuskan untuk menikah. Karena nantinya setelah berkeluarga, akan sedikit sulit untuk mengejar mimpi-mimpi itu.

Beberapa hari yang lalu, seseorang berpendapat bahwa sebaiknya menikah itu dalam keadaan siap. Tidak punya hutang, kalo bisa nyicil rumah dll.

Dulu banget, bapak-bapak bilang saya ini orang yang terampas masa mudanya.

Mungkin mereka benar.

Mungkin memang sebaiknya saya tidak menikah secepat ini, dengan modal nekat begini ..

Tapi, setelah dipikir lagi, kalau gak nikah, terus saya mau apa ?

Masih inget banget jaman-jaman dulu. Iya, punya banyak teman. Tapi begitu sampe kos, masuk kamar, rasanya sepi. Bagaimanapun juga, ada batas yang tak bisa dimasuki seorang teman.

Ada lingkaran besar di hati ini, ada banyak teman disitu. Tapi ada lagi lingkaran kecil didalamnya, kosong, tak ada siapapun. Bagai lubang menganga. Bahkan Bapak dan Ibu pun tak bisa mengisinya.

Sekarang, lingkaran itu terisi ๐Ÿ™‚

Dan untuk saat ini, itu yang paling penting …

Sekolah ?

Standard

Kadang, saya khawatir tidak bisa memberikan stimulasi yang terbaik untuk Asa. Waktu yang terbatas, belum menemukan ‘sekolah’ yang sreg, jumlah mainan edukatif dan buku-buku Asa yang tak seberapa, serta kemampuan ‘mengajar’ kami yang ala kadarnya dan semau-maunya.

Kacau ๐Ÿ™‚

Lalu, beberapa waktu yang lalu, saya kembali menonton download-an film ini. Asa sih yang minta, katanya pengen liat dedek .. hihi ..

Saya pun teringat kembali tentang kesan mendalam yang dulu pernah tertinggal.

Film ini membuka mata saya tentang hebatnya kemampuan belajar seorang bayi.

Ponijao, Mari, Bayar dan Hattie dibesarkan di negara yang berbeda. Saat Ponija0 belajar bahwa batu itu tidak enak dimakan, Hattie mengikuti baby gym di ‘sekolah’nya. Saat Mari belajar duduk di bumbo, Bayar sibuk mengamati anatomi tubuh ayam yang naik ke ranjang.

Semuanya belajar. Hanya saja, beda stimulasi, beda yang dipelajari. Masalahkah ? menurut saya tidak. Mereka bereksplorasi dengan cara masing-masing. Berkembang sesuai lingkungannyaย  (dan biarlah kurikulum jadi masalah orang dewasa :P).

Lalu, saya melihat kembali ke anak ini …

Sejauh ini, Asa masih belum bisa telaten belajar dengan buku-buku, puzzle, dan lain-lain itu. Mainannya aja masih pada bagus-bagus n awet, karena jarang dimainin. Video pun gak banyak yg bisa ditontonnya.

Kalau diperhatikan, lebih menyenangkan untuk Asa belajar dari lingkungan sekitarnya.

Bukan tipe anak rumahan ๐Ÿ™‚

Dari hal-hal sesepele itu, ia belajar nama semua teman dari ujung ke ujung gang. Belajar bersosialisasi dengan menginthil anak-anak itu kemana pun. Belajar legowo ketika ditolak ikut main dengan mereka, “Minggir Asa .. nanti kena bola .. ” ๐Ÿ˜‰ . Membedakan pohon mangga dengan pohon kelapa. Dan masih banyak lagi ..

Belajar tak selalu tentang buku, angka, huruf serta pogram-program sekolah itu ….

Nikmati masa-masamu saat ini nak, sebelum mamah pemerintah memaksamu masuk jam 6.30 dan pulang sore karena mesti les ๐Ÿ˜‰